Jumat, 10 Juni 2016

Jenis-jenis Alat Bore Pile

Pondasi bored pile termasuk kategori pondasi dalam dengan desain tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan kedalam lapisan tanah keras bila level tanah dipermukaan atas tidak cukup untuk menahan beban bangunan secara keseluruhan,sehingga diperlukan daya dukung tambahan.Fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya seperti pancang.Perbedaanya terletak pada cara pengerjaanya.Pengerjaan bored pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang dibutuhkan,kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton.

Ada beberapa jenis alat dan metode pengerjaan bor pile namun pada dasarnya sama ,diantara nya:

Bore Pile mini crane



Dengan alat bore pile mesin ini bisa dilaksanakan pengeboran dengan pilihan diameter 30 cm,40 cm,50 cm ,60 cm hingga 80 cm.Metode bor pile menggunakan sistem wet boring (bor basah),dibutuhkan air yang cukup untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan sehingga sumber air harus diperhatikan jika menggunakan alat bor pile ini.

Bore Pile Gawangan

pekerjaan bore pile wash boring

alat bor pile ini memiliki sistem kerja yang mirip dengan bor pile  mini crane,perbedaan hanya pada desain sasis dan tiang tempat gearbox,kemudian juga diperlukan tambang pada kanan dan kiri alat yang dikaitkan ketempat lain agar menjaga keseimbangan alat selama pengeboran.


Bore Pile Manual / Strauss Pile

Bor Pile Manual

Bor pile dry boring

Alat strauss pile ini menggunakan tenaga manual untuk memutar mata bornya,menggunakan metode bor pile kering (dry boring). Alat bore pile manual yang simpel ,ringkas dan mudah dioperasikan serta  tidak bising  saat pengerjaan menjadikan cara ini banyak digunakan diberbagai proyek seperti perumahan ,pabrik ,gudang,pagar dll.kekuranganya terbatasnya pilihan diameter yakni hanya 20 cm,25 cm ,30 cm dan 40 cm.tentu saja karena ini berhubungan dengan tenaga penggeraknya yang hanya tenaga manusia. Jadi cara ini kebanyakan digunakan untuk bangunan yang tidak begitu berat.



Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
 "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
info lebih lanjut, hubungi:
Aji Aris Setiyawan
Telp  : 082210149916
         085781403336
Pin  :  229370B6
Email : ajiharisetiyawan@gmail.com    

Sabtu, 04 Juni 2016

penjelasan pondasi Bore Pile

Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya, aplikasi teknologi banyak diterapkan dalam metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga target waktu, biaya dan mutu sebagaimana ditetapkan dapat tercapai.

Kekuatan struktur bangunan yang berdiri tidak lepas dari kekuatan dari sebuah pondasi yang baik dan mampu menyangga beban yang terletak di atasnya. Tanpa adanya pondasi yang kuat dan kokoh struktur bangunan yang mempunyai berat cukup besar  maka bangunan akan mengalami penurunan dan mengakibatkan keretakan pada kolom dan bagian lainya. Pondasi dalam bore pile adalah jenis lain dari beton bertulang yang difungsikan untuk mendukung bangunan tinggi yang memiliki beban vertikal berat. Pondasi bore pile adalah pondasi beton cor di tempat di mana bore pile harus di produksi pada lokasi konstruksi, sementara Spun Pile  adalah pracetak beton yang di produksi di pabrik.

Pondasi bore pile terletak di bagian paling bawah pada sebuah bangunan dan berguna untuk meneruskan beban kolom-kolom bangunan secara keseluruhan melalui pile cap yang di teruskan dengan pondasi bore pile sampai lapisan tanah keras di bawahnya. Dalam pembuatan pondasi harus di perhitungkan terlebih dahulu dengan melakukan rekayasa pondasi. Ukuran dan kedalaman pondasi yang ditentukan dari daya dukung diizinkan. Bore Pile adalah salah satu pondasi dalam yang di produksi di tempat.
Jenis pondasi dalam dengan metode bor pile di gunakan pada setiap melakukan pembangunan sebagai tahap awal pekerjaan proyek gedung bertingkat ketika lahan pembangunan berada di tengah permukiman warga. Pondasi jenis bor pile adalah salah satu jenis pondasi dalam yang mana proses pembuatanya di lokasi sebuah proyek yaitu dengan di lakukan pengeboran ke dalam tanah sesuai dimensi diameter perencanaan.
Berikut adalah langkah kerja cara proses pemasangan pondasi dalam jenis bore pile memakai alat bor minicrane atau mesin gawang.
  • Penentuan titik pondasi bore pile,cara yang sederhana adalah memasang bowplank terlebih dahulu supaya lebih mudah dalam pengukuran letak titik bor pile yang akan di pasang.
  • Pembersihan pondasi lama yang berada pada titik bor pile, karena dalam pengeboran yang di lakukan adalah tanah bukan batuan atau urug tanah campur puing dan harus digali terlebih dahulu.
  • Pembuatan bak sirkulasi air kerja untuk pengeboran dan letak harus di sesuaikan supaya tidak berada pada titik bor yang akan di kerjakan.
  • Seting alat bor pile,karana pada saat mobilisasi alat berupa bongkaran supaya ringkas dan mudah di tata di dalam truk pengangkut dan alat bor mini crane harus di seting kemudian memindahkan alat atau geser alat dan di letakan pada titik yang akan di kerjakan.
  • Melakukan pengeboran di tanah dengan metode bor basah karena menggunakan bak sirkulasi air yang telah di kerjakan.
  • Pengeboran selesai kemudian perakitan besi tulangan bore pile sesuai gambar yang telah di sediakan dan besi yang telah jadi rakitan di masukan kedalam lubang bor.
  • Pemasangan pipa tremi sepanjang lubang bor pile dan harus sampai dasar lubang sebagai penghantar beton untuk sampai ke dasar lubang.
  • Pengecoran harus menggunakan slump beton 18+-2cm supaya maksimal mengisi lubang dari dasar pengeboran. Pengecoran dengan cara beton di tuang pada corong pipa tremi yang sudah terpasang, untuk mendapatkan kualitas beton yang baik maka proses pengecoran di lakukan secara continew sampai lubang terisi penuh beton yang tidak tercampur lumpur. 
Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
 "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
info lebih lanjut, hubungi:
Aji Aris Setiyawan
Telp  : 082210149916
         085781403336
Pin  :  229370B6
Email : ajiharisetiyawan@gmail.com   

Jumat, 03 Juni 2016

Strauss

Pondasi strauss pile atau bore pile manual digunakan sebagai pengganti pondasi tiang pancang hammer pile dengan alat bor pile manual bisa mengebor tanah dari 2 meter sampai 10 meter dengan diameter 20 sampai 40cm tergantung kondisi dan kekerasan tanah dilokasi pekerjaan.Pondasi Bore pile menggunakan alat bore pile mesin bisa mengebor tanah dengan diameter  30 cm sampai 80 cm ,dengan kedalaman sampai dengan 25 meter (bergantung kekerasan tanah)
 

Jasa bore pile manual/Strauss Pile menggunakan metode bor pile kering (dry boring) sehingga lokasi pekerjaan tidak begitu kotor sebagaimana jika menggunakan bor pile dengan metode bor basah (wash boring).Pondasi strauss pile cocok untuk pondasi bangunan 3 lantai kebawah seperti rumah tinggal,ruko,gudang karena selain proses pengerjaan yang cukup cepat juga biaya yang relatif lebih ringan jika dibanding menggunakan jenis pondasi lain.
   
Jasa bore pile mesin menggunakan metode bore pile basah sehingga perlu air yang cukup dan sirkulasi untuk menampung lumpur limbah pengeboran ,namun unggul didaya mengebor yang berdiameter besar dan kedalaman yang mumpuni,sehingga bore pile mesin cocok untuk pondasi bangunan 3 lantai keatas.

 Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
 "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
info lebih lanjut, hubungi:
Aji Aris Setiyawan
Telp  : 082210149916
         085781403336
Pin  :  229370B6
Email : ajiharisetiyawan@gmail.com   


Kamis, 02 Juni 2016

TEKNIK KERJA JASA BORED PILE


Pondasi bored pile adalah pondasi tiang dalam berbentuk tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan kedalam permukaan tanah hingga pada tanah yang keras.Fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya seperti pancang.Bedanya ada pada cara pengerjaanya.Pengerjaan Bored Pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang diinginkan ,kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton.

Ada beberapa jenis alat dan sistem pengerjaan Bored Pile Namun pada dasarnya sama ,diantara nya:Bored Pile mini crane.Dengan alat ini bisa dilaksanakan pengeboran dengan pilihan diameter 30 cm,40 cm,50 cm ,60 cm.dengan kedalaman ber variasi 6-20meter .Biasanya menggunakan sistem Wet Boring (Bor Basah).dibutuhkan air yang cukup banyak untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.
Dalam pembangunan banyak bangunan besar seperti gedung, jembatan, menara dan bangunan lain didirikan. Untuk menahan beban bangunan yang berat tersebut tentunya diperlukan pondasi yang kokoh.

Apabila kondisi tanah di permukaan tidak mampu menahan bangunan tersebut, maka beban bangunan harus diteruskan ke lapisan tanah keras di bawahnya. Untuk itu sering dipakai konstruksi pondasi dalam berupa tiang pancang atau bored pile.Pondasi tiang pancang sering dipakai pada lahan yang masih luas dan kosong, dimana getaran yang ditimbulkan pada saat aktifitas pemancangan berlangsung tidak mengganggu lingkungan sekitarnya, Namun jika bangunan tersebut didirikan di lokasi yang telah padat penduduknya, maka getaran yang ditimbulkan akan menimbulkan masalah karena sangat mengganggu dan dapat merusak bangunan di sekitarnya. Dalam hal ini pemakaian pondasi bored pile merupakan pilihan pondasi yang tepat.
Pada proyek besar dimana sarana transportasinya mendukung, dalam pembuatan bored pile sering digunakan alat berat berupa crane. Namun untuk proyek kecil apalagi jika sarana transportasinya kurang mendukung, penggunaan crane sering mengalami kesulitan karena untuk mobilisasinya dibutuhkan pendanaan yang cukup besar, sehingga biaya proyek menjadi tidak ekonomis lagi.
Untuk mengatasi masalah tersebut diatas, kami dari  JASA BORED PILE memperkenalkan pembuatan bored pile dengan memakai peralatan bor mini CRANE  yang sangat ringkas dan mudah mobilisasi maupun pengoperasiannya.
KEUNGGULAN BORED PILE MINI CRANE:
  1. Ringkas dan praktis sehingga mudah dan murah dalam mobilisasinya.
  2. Mudah dioperasionalkan pada medan-medan yang sulit seperti : DAERAH YANG DISEKITARNYA SUDAH RAPAT BANGUNAN LAIN dan luas area yang sempit.
  3. Tidak menimbulkan getaran. Hal ini sangat penting, terutama untuk pembuatan pondasi di daerah perkotaan yang bangunannya cukup rapat dan tidak memungkinkan dipakainya tiang pancang.
Kemampuan mesin bared pile mini crane :
  1. Dapat melakukan pengeboran mulai dari diameter 30 cm sampai dengan 60 cm
  2. Kedalam pengeboran dapat mencapai 20 meter atau bahkan lebih (sesuai kondisi tanah dan kedalaman tanah keras di daerah tersebut).
  3. Dapat dioperasionalkan dengan dua cara, baik sistem wash boring maupun dry drilling tergantung kedalaman air tanah di daerah tersebut. Kedalaman pengeboran dapat mencapai 20 meter atau bahkan lebih (sesuai kondisi tanah dan kedalaman tanah keras di daerah tersebut).
  4. Kecepatan pelaksanaan pekerjaan tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut :
  • Kondisi lapisan tanah setempat 
  •  Lokasi kerja 
  • Kelancaran pasokan material 
  • Cuaca ,kesiapan tempat pembuanagan,sirkulasi.dan kesiapan air dll.
     


     Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
     "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
    info lebih lanjut, hubungi:
    Aji Aris Setiyawan
    Telp  : 082210149916
             085781403336
    Pin  :  229370B6
    Email : ajiharisetiyawan@gmail.com  
     


Rabu, 01 Juni 2016

Pengertian Pondasi Bore Pile

PONDASI BORE PILE adalah pengeboran tiang pancang pengganti paku bumi, dibuat secara manual atau mini crine dikerjakan oleh tenaga propesional tidak bising serta tidak ada getaran sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga dan merusak bangunan yang sudah ada, pondasi bore pile manual bisa diandalkan memberikan kualitas terbaik, fungsi dan kegunaan pondasi bore pile adalah untuk dijadikan tumpuan beban bangunan sangat efisien dan kokoh sehingga tembok bangunan tidak mudah retak retak dan tahan getaran sehingga bangunan tetap kuat serta kokoh agar memberikan kenyamanan.
Jadi pondasi bore pile penting untuk tumpuan beban bangunan anda, karena menurut ilmu sipil pentingnya pondasi dalam suatu bangunan.
 
 
 Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
 "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
info lebih lanjut, hubungi:
Aji Aris Setiyawan
Telp  : 082210149916
         085781403336
Pin  :  229370B6
Email : ajiharisetiyawan@gmail.com  
 

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi.

Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer. Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri pada lingkungan sekitar.

Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer dengan berat 3 – 7 ton.

Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm.

Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan :

Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya?

Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus dipikul setiap  pondasi. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah.
  • Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton, volume lantai dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk tembok, kayu, genteng, dan sebagainya. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton.
  • Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh luas lantai, misalnya Y ton.
  • Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton +  Y ton. Misalnya, hasil penjumlahannya 48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom. Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.
  • Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.
  • Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang  tiang pancang. Bila hal tersebut dihitung, jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas.

1. Ukuran Tiang Pancang

Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua, yaitu :  
MINIPILE dan MAXIPILE.

a. Minipile (Ukuran Kecil)

Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat rendah dan tanah relative baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah:
  • Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32.
  • Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25.
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang beban 25 – 30 ton
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang beban 35 – 40 ton.
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang tekanan  30 – 35 ton
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang tekanan 40 – 50 ton.

b. Maxipile (Ukuran Besar)

Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton.

2. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :
-    Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton terjamin.
-    Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras.
-    Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang.
-    Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat.
-    Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran.
Kekurangan :
-    Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena factor angkutan.
-    Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.
-    Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal.
-    Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan.

3. Keuntungan dan Kerugian menurut teknik pemasangan

a. Pondasi tiang pancang pabrikan.

Keuntungan:
  • Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat, hasilnya lebih dapat diandalkan.
  • Pelaksanaan pemancangan relative cepat, terutama untuk tiang baja. Walaupun lapisan antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan.
  • Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus.
  • Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah.
  • Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga pekerjaankonstruksinya mudah diawasi.
  • Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertical.
Kerugian :
  • Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya.
  • Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
  • Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang cepat hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga kayu.
  • Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
  • Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka harus disediakan  tempat yang cukup luas.
  • Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.
  • Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

b. Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat

Keuntungan:
  • Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduknya.
  • Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dengan diameter besar dan lebih panjang.
  • Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau pabrikan.
  • Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile cap) dapat dibuat lebih kecil.
  • Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam, tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui.
  • Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil.
Kerugian :
  • Dalam banyak hal, beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak atau pabrikan. Disamping itu, pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak langsung.
  • Ketika beton dituangkan, dikawatirkan adukan beton akan bercampur dengan reruntuhan tanah. Oleh karena itu, beton harus segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan.
  • Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap telah terpenuhi, terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena ada lumpur yang tertimbun di dasar.
  • Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton, maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi.
  • Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Untuk setiap cara perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali.

 Anda membutuhkan pondasi untuk bangunan? Kami solusinya jasa bore pile dan strauss pile dengan pekerja yang lebih berpengalaman.
 "Jaya Teknik 04" kontraktor pondasi bore pile yang berkompeten dan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan Anda. Kami siap melayani kebutuhan bangunan Anda!
info lebih lanjut, hubungi:
Aji Aris Setiyawan
Telp  : 082210149916
         085781403336
Pin  :  229370B6
Email : ajiharisetiyawan@gmail.com